Nilai pertanggungan asuransi bangunan Palu, Donggala dan Sigi diprediksi capai Rp 9 T

BERITA TERKINI –┬áDirektur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dody A.S Dalimunthe, mengatakan perusahaan asuransi umum yang menerbitkan polis asuransi dan menjamin risiko atas kejadian gempa bumi di Palu dan Donggala akan segera melakukan langkah-langkah proses penanganan klaim sesuai dengan liability penanggung sesuai etika penangan klaim.

Menurut dia, sampai saat ini nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi umum, di mana angkanya masih belum final dan akan terus berkembang dikarenakan tahap identifikasi dan verifikasi masih dalam proses.

“AAUI juga berkoordinasi dengan PT Reasuransi MAIPARK Indonesia yang melakukan kompilasi data laporan klaim dari perusahaan asuransi umum yang mensesikan risiko gempa bumi-nya ke MAIPARK,” kata dia, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10).

Berdasarkan database exposure risiko yang tercatat melalui sesi risiko gempa bumi di MAIPARK, eksposur risiko (nilai harta benda yang diasuransikan) yang on risk pada tanggal 28 September 2018 di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi diperkirakan sejumlah 753 unit bangunan atau kelompok bangunan.

“Dengan nilai pertanggungan sekitar Rp 9,16 triliun (atau sekitar 4 kali besar risiko yang disesikan ke MAIPARK) yang terdiri atas bangunan, isi bangunan dan kerugian usaha (business interruption),” lanjut dia.

AAUI pun mendorong perusahaan asuransi umum anggota AAUI untuk menginventarisir dampak gempa bumi berupa kerugian per lini bisnis asuransi. Dia mengakui bahwa kondisi lapangan yang masih kurang kondusif, memang dibutuhkan waktu untuk memproses dan menghitung potensi klaim.

Untuk memudahkan koordinasi penanganan klaim, perusahaan asuransi umum juga diharapkan segera melakukan proses penanganan klaim secara profesional dan jika perlu menyediakan call center dan posko penanganan klaim serta melakukan jemput bola agar meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

“AAUI mengimbau kepada Tertanggung yang memiliki polis asuransi gempa bumi dan mengalami kerugian akibat risiko gempa bumi tersebut dapat segera melaporkan kerugiannya kepada perusahaan asuransi umum penerbit polis,” tandasnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *