Meresahkan, Polri larang peredaran uang mainan

BERITA TERKINI –┬áBelakangan ramai di media sosial pedagang hingga pengemudi ojek online tertipu uang mainan anak-anak. Polri menyatakan, peredaran uang mainan menyerupai uang asli itu dilarang.

“Itu dilarang dan berbahaya itu. Kan ada (peraturan) mengedarkan dan itu termasuk uang palsu loh,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya,Jakarta, Rabu (5/9).

Setyo menegaskan, uang tersebut dilarang peredarannya sekalipun terdapat tulisan uang mainan. Apalagi bentuk, ukuran, warna, dan gambarnya sama seperti uang asli.

“Itu kan sama saja mengelabui orang,” ucapnya.

peredaran uang mainan bikin resah 2018 Merdeka.com/istimewa

Jenderal bintang dua itu mengaku belum tahu apakah sudah ada warga yang melapor ke polisi akibat tertipu uang mainan tersebut. Namun yang pasti, Polri melarang peredarannya.

“Ya nanti saya cek. Tapi yang jelas itu dilarang. Itu kan alat tukar yang sah, kita tidak boleh main-main dengan alat tukar yang sah. Kita nyetak (sendiri) saja nggak boleh,” tutup Setyo.

Banyak beredar di media sosial terkait penipuam menggunakan uang mainan. Mirisnya, rata-rata korban merupakan pedagang tua yang kurang teliti memeriksa uang yang diberikan pembelinya. Apalagi uang mainan tersebut dilipat, sehingga sekilas tak ada bedanya dengan uang asli.

peredaran uang mainan bikin resah 2018 Merdeka.com/istimewa

 

Seperti yang diunggah akun Instagram @inibalikpapanbosku, terlihat bapak tua penjual buah keliling diduga ditipu pembelinya dengan dua lembar uang mainan pecahan Rp 10.000.

Akun @wiracaraka juga membagikan info pedagang tertipu uang mainan. Kali ini seorang penjual bakso tak menyadari bahwa uang pecahan Rp 50.000 yang ia terima ternyata mainan. Apalagi uang mainan tersebut diduga dibayarkan dalam kondisi terlipat.

Hal serupa juga dialami pengemudi ojek online. Akun Instagram@arie_jho mengunggah pengalaman pribadinya dibayar costumer menggunakan uang mainan pecahan Rp 20.000. Dia baru sadar setelah costumer yang diantarkan pergi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *