KPU imbau warga Palu yang kehilangan e-KTP saat gempa & tsunami segera lapor

BERITA TERKINI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau masyarakat Palu, Sulawesi Tengah, yang kehilangan e-KTP saat gempa dan tsunami segera melapor ke KPUD Palu. Hal ini juga untuk memastikan warga Palu tidak kehilangan hak suara dalam Pemilu 2019, lantaran tidak memiliki identitas diri.

“Data base itu ada di pusat data kependudukan nasional termasuk data pemilih di server nasional kita. Kalau (data) fisiknya hilang mereka bisa lapor ke kita (KPUD Palu), kita bisa cek di dalam data base kita untuk memastikan,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (29/9).

Arief tak bisa memastikan apakah bencana alam itu akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019 di Palu. Hingga kini, kata dia, KPU belum bisa berkomunikasi dengan KPUD Palu karena terganggunya jaringan komunikasi akibat gempa dan tsunami.

“Sampai sejauh ini kita belum berhasil mengambil kesimpulan apakah ini nanti mengganggu (Pemilu) atau tidak, karena sampai tadi malam pun kami terus mencoba berkomunikasi dengan teman-teman di Palu, belum terhubung untuk update informasinya seperti apa,” jelasnya.

KPU, kata dia, akan melakukan segala upaya agar masyarakat Palu dapat menggunakan hak suaranya. Apabila nantinya wilayah tersebut tidak dapat beroperasi, maka KPU akan memindahkan pemilih ke tempat lain.

Tak hanya itu, jika gedung serta fasilitas KPUD Kota Palu rusak, maka KPU akan membangun tenda darurat untuk tempat para pegawai bekerja sementara.

“Jadi ketika kantor runtuh kita kasih tenda darurat agar mereka bisa kerja di sana. Sekarang tenda darurat sedang kita lakukan mudah-mudahan enggak terlalu lama ini mereka bisa kerja kembali,” ujar Arief.

Sementara itu, sejumlah kota di Sulteng saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah, satu di antaranya adalah Kota Palu. Kepala Pelaksana BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa mengungkapkan, kondisi jalanan di Kota Palu rusak berat. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum dan bangunan dikabarkan juga rusak.

“Memang kondisi jalan di Palu rusak berat. Kondisi ini mungkin lebih parah dari yang di Lombok,” kata Mikron saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, kondisi di tepi Pantai Talise juga dikabarkan mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami. Jenazah korban pun masih dikumpulkan dan diinventarisi oleh petugas.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *