Kisah nyata 10 tokoh sejarah di drama Korea, ada yang berakhir tragis

BERITA TERKINI –┬áSempat ngefans dengan drama Dae Jang-geum? Atau kamu kepincut dengan kegagahan tokoh Choi Young yang diperankan oleh Lee Min-ho di drama Korea Faith? Keduanya merupakan tokoh nyata dalam sejarah Korea Selatan.

Lewat ide kreatif para penulis skenario, sosok para tokoh ini diramu menjadi kisah seru bergenre drama, petualangan, bahkan fantasi. Di layar kaca, kisah mereka tampak lebih glamor. Namun riwayat mereka yang sesungguhnya bisa jadi berbeda total. Bahkan ada yang berakhir tragis, tak seperti cerita dramanya.

Sambil belajar bersama, yuk, kita ikuti kisah hidup para tokoh sejarah yang sempat dituangkan dalam drama Korea.

1. Choe Yeong – Faith

Choe Yeong atau kadang ditulis Choi Young adalah seorang jenderal besar pada masa Goryeo. Jenderal Choe dikenal sebagai tokoh militer yang menentang hidup mewah, bahkan setelah menjadi jenderal besar.

Jenderal kepercayaan Raja Gongmin ini berhasil menumpas serangan-serangan para perompak Jepang dan digelari pahlawan negara setelah meredam pemberontakan Jo Il-shin di tahun 1352.

Jenderal Choe diasingkan ke Goyang dan kemudian dipenggal setelah dikhianati oleh tangan kanannya, Yi Seong-gye. Yi melakukan kudeta terhadap pemerintahan dan kemudian menahbiskan dirinya sebagai Raja Taejo, penguasa pertama Dinasti Joseon.

Sebelum eksekusi, konon sang jenderal bersumpah kuburannya tidak akan ditumbuhi rumput sebagai pertanda kalau kematiannya merupakan satu bentuk ketidakadilan. Kenyataannya, kuburan Jenderal Choe tidak pernah ditumbuhi tanaman apa pun hingga tahun 1976.

2. Raja Yeongjo dari Joseon – Jackpot/The Royal Gambler

Yeongjo merupakan salah satu raja terbesar dari masa kepemimpinan Dinasti Joseon. Sang raja diyakini memiliki wajah yang tampan oleh para sejarawan. Di masa muda, dia dikenal sebagai anak jenius yang menguasai ajaran Konfusianisme jauh lebih baik daripada para cendekiawan di negaranya.

Yeongjo adalah anak dari Raja Sukjong dan Selir Choe yang berasal dari kalangan rakyat jelata. Tahta kerajaan diwarisinya setelah Raja Gyeongjong, saudara seayahnya meninggal di usia muda. Penunjukannya sebagai penerus meletuskan pergolakan besar yang berujung pada pembantaian terhadap para bangsawan di istana.

Yeongjo disebut-sebut welas asih dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat. Satu-satunya noda dalam kepemimpinannya adalah insiden yang melibatkan putra mahkotanya, Pangeran Sado. Sado disebut mengalami gangguan kejiwaan, memerkosa para dayang dan membunuhi orang-orang di istana tanpa sebab. Akibat kejadian itu, Sado dieksekusi dengan dikurung di dalam peti sampai mati lemas.

3. Ratu Seondeok dari Silla – Great Queen Seondeok

Ratu Seondeok tercata sebagai penguasa wanita pertama dari Dinasti Silla. Penguasa ke-27 Silla ini hidup pada masa Tiga Kerajaan Korea, lahir dengan nama Putri Deokman.

Deokman dipilih sebagai pewaris tahta karena ayahnya, Raja Jinpyeong tak memiliki anak lelaki. Ada teori yang menyebutkan kalau Deokman adalah putri tertua Jinpyeong. Ada pula yang berspekulasi kalau Deokman adalah anak kedua setelah Putri Cheonmyeong.

Di bawah pemerintahan Seondeok, kesenian dan sastra berkembang pesat. Sayangnya, pemerintahan sang ratu juga diwarnai konflik politik dan pemberontakan. Salah satunya adalah upaya kudeta yang dilancarkan oleh Bidam, pejabat sangdaedeung di istananya.

4. Choe Suk-bin – Dong Yi

Tak banyak fakta sejarah mengenai Choe Suk-bin yang berhasil diungkap. Sejarah hanya menyebutkan dirinya terlahir dalam keluarga dari kasta cheonmin, strata sosial terendah pada masa Dinasti Joseon. Versi cerita yang paling populer menyebutkan kalau Choe adalah musuri, budak yang bertugas menyiapkan air di istana.

Setelah diangkat menjadi selir, Choe mulai terlibat dalam perebutan kekuasaan sebagai pendukung Ratu Inhyeon. Kehadirannya perlahan memudarkan pengaruh Jang Hui-bin, selir yang tengah menguasai istana. Pada akhirnya, Choe dan para sekutunya berhasil mengembalikan Ratu Inhyeon ke istana. Dia juga melahirkan Pangeran Yeoning yang kelak bergelar Yeongjo, salah satu raja terbesar dalam sejarah Korea.

5. Hwang Jini – Hwang Jini

Nama resmi yang dia sandang sebagai gisaeng (wanita penghibur pada masa) adalah Myeongwol, namun sejarah tetap lebih mengenalnya sebagai Hwang Jini atau Hwang Jin-yi. Dia disebut-sebut sebagai salah satu wanita dengan kecantikan legendaris. Kisah hidupnya dituliskan dalam berbagai literatur dan naskah teater.

Hwang Jini adalah seorang gisaeng yang sangat tersohor pada masa Dinasti Joseon. Hwang Jini hidup pada masa pemerintahan Raja Jungjong. Dia diperkirakan lahir pada 1506 di Kaesong (sekarang bagian Korea Utara). Konon dia adalah anak haram antara seorang pejabat dengan gisaeng. Kabarnya kecantikan Jini membuat salah satu pemuda desanya sampai mati karena patah hati.

Meskipun berasal dari kasta terendah di Dinasti Joseon, Hwang Jini disebut memiliki intelektualitas dan keanggunan yang setara dengan kalangan bangsawan. Dia cakap dalam berbicara dan memiliki pemikiran yang bebas, berbeda dengan perempuan-perempuan lain pada masa itu.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *