‘Kiai-bu nyai di Jatim menangis dengar jawaban Jokowi soal kondisi Tanah Air’

BERITA TERKINI –¬†Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, banyak kiai dan bu nyai pendukungnya di Pilgub Jawa Timur 2018 menangis saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pondok milik KH Asep Syafuddin Chalim, Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto, Kamis (6/9).

Mantan Menteri Sosial ini menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Jokowi menjawab seluruh pertanyaan para kiai dan bu nyai seputar persoalan di Tanah Air. Mulai dari soal nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat, soal isu BBM, soal isu kepemilikan tanah oleh asing, hingga soal ketenagakerjaan asing.

“Insya Allah kemarin sampai cukup banyak kiai-bu nyai sampai meneteskan air mata setelah Pak Jokowi memberikan jawaban, sangat clear dari pertanyaan-pertanyaan sangat kritis dari suasana yang berkembang, terutama dua minggu terakhir,” papar Khofifah usai Syukuran Relawan Khofifah-Emil di JX International, Jalan A. Yani,Surabaya, Sabtu (8/9) siang.

Di acara yang digelar di pondok Kiai Asep dan dihadiri Jokowi waktu itu, hampir semua ketua dan sekretaris PC Muslimat NU se-Jawa Timur hadir. Termasuk ketua dan sekretaris PW Muslimat NU Jawa Timur.

Khofifah melanjutkan, saat hadir di pertemuan itu, mereka semua melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap Jokowi. “Artinya mereka mengetahui berbagai hal, yang akhirnya ini menjadi diskursus kita semua, pertanyaan-pertanyaan sangat tajam,” ceritanya.

Kepala Negara menjawab semua pertanyaan itu dengan sangat detail dan jelas. “Itu dijawab dengan jawaban, suasana yang sebenarnya terjadi sangat clear. Menurut mereka, jawaban Pak Jokowi sangat clear, bisa memberikan jawaban seperti yang mereka harapkan,” papar Ketum PP Muslimat NU.

Khofifah yakin jawaban Jokowi akan dijadikan dasar oleh para kiai dan bu nyai ketika mendapat pertanyaan dari tamu dan para santrinya terkait semua persoalan yang terjadi menjelang Pilpres 2019.

“Karena mereka akan menjadi narasumber dari seluruh santri-santri dan komunitas yang ada di lingkungannya. Pertanyaan-pertanyaan itu, pertanyaan yang sering mereka terima dari tamu-tamu mereka, santri mereka, komunitas yang sering bersilaturahmi,” ucapnya.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *