Kabur dari kejaran, pemilik 3 kg sabu tewas ditembak polisi

BERITA TERKINI – Daftar pelaku peredaran narkoba yang tewas di tangan polisi di wilayah Sumsel kembali bertambah. Kali ini, seorang bandar berinisial DMS, meregang nyawa karena berusaha kabur saat penangkapan.

Peristiwa itu terjadi saat petugas menyelidiki informasi adanya transaksi narkoba tak jauh dari kampungnya di Jalan Lintas Palembang-Jambi, Desa Lubuk Lancang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/9) malam. Saat ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motornya.

Tembakan peringatan dilakukan petugas namun dihiraukannya. Tak ingin buruan kabur, petugas melepaskan tembakan yang mengenai punggung tembus dada pelaku dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Petugas menyita tiga kilogram sabu yang disimpan pelaku di tas ransel yang dibawanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman mengungkapkan, pelaku termasuk bandar besar di wilayah Banyuasin. Petugas telah beberapa kali gagal meringkusnya karena pelaku terbilang licin.

“Tadi malam kita lakukan tindakan tegas. Pelaku tewas kita tembak karena kabur,” ungkap Farman saat gelar kasus di kamar mayat RS Bhayangkara Palembang, Kamis (13/9).

Menurut dia, anak buahnya sudah membuntuti pelaku setelah mendapat kabar adanya transaksi narkoba di suatu tempat. Pelaku mendapatkan barang terlarang bebas beredar itu dari Aceh.

“Untuk kemasan yang dipakai berbeda dari tangkapan sebelumnya, tapi kuat dugaan tetap jaringan lintas Sumatera,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan tertangkapnya peredaran sabu itu, bisa menyelamatkan 18 ribu orang dari penyalahgunaan narkoba. Polisi terus memburu pelaku lain yang masih berani beraksi.

“Hidup atau mati pelaku narkoba kita tangkap,” kata dia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *