Buang limbah beracun ke hutan mangrove di Karawang, sopir jadi tersangka

BERITA TERKINI – Pihak Kepolisian Resor Karawang terus menyelidiki kasus pembuangan manifes limbah medis yang digolongkan Bahan Bahaya dan Beracun (B3) di kawasan hutan mangrove pesisir Karawang.

“Satu tersangka sudah ditetapkan, ia merupakan oknum karyawan PT MHS sebagai driver mobil angkutan,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, Jumat (14/9).

Slamet Waloya mengatakan sang sopir membawa limbah medis dari Rumah Sakit Budi Asih, Bekasi dengan menggunakan mobil boks No pol B 9233 IZ, selama kurun waktu April hingga September 2019, sudah tiga hingga empat kali pengalngkutan. Salah satunya dibuang ke kawasan hutan mangrove di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Karawang.

“Menurut pengakuan tersangka SH membuang limbah B3 ke kawasan hutan mangrove di pesisir pantai utara Karawang, atas inisiatif sendiri,” katanya.

Sementara sopir bernama Suherman alias Herman mengatakan pengambilan limbah medis di Rumah sakit tersebut atas perintah dari pihak rumah sakit, pesisir pantai utara Karawang sungai dekat Rusan Romo Kalisari merupakan orang yang berperan mencari lokasi pembuangan.

“Pengambilan limbah medis atas perintah pihak rumah sakit sebagai penanggungjawab pembuangan manifes limbah medis,” kata Herman.

Kapolres Karawang mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain, karena pemeriksaan tersangka masih dilakukan untuk terus mengembangkan kasus pembuangan limbah media tersebut, karena kedua pihak masih diminta keterangan.

Lanjut Kapolres, karena pihak PT MHS per Maret 2018 sudah melakukan penghentian sementara pengangkutan manifes limbah medis milik Rumah Sakit Budi Asih.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka, pasal 104 Jo pasal 60 UU RI No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkugan Hidup dengan hukuman kutungan selama 3 tahun penjara.

“Tersangka dijerat kurungan 3 tahun sesuai UU RI nomor 32 tentang tentang perlindung

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *